Senin, 22 November 2010

" Idul Adha "

0 komentar
Idul adha? Ya.. tentunya banyak diantara kita yang sudah mengenal apa itu Idul Adha. Ini adalah hari raya umat Islam ke 2 setelah hari raya Idul Fitri. Hari raya ini sering disebut dengan hari raya "qurban". Karena setelah melaksanakan sholat Id Adha biasanya diwajibkan bagi yang mampu untuk menyembelih hewan qurban untuk dibagikan kepada orang yang kurang mampu.
Pada umumnya hewan yang digunakan untuk qurban adalah kambing dan sapi. Hari raya qurban tahun 2010 jatuh pada tanggal 17 November. Hal yang saya lakukan untuk menyambut datangnya hari raya qurban adalah melaksanakan puasa selama 2 hari sebelum hari "H". Puasa ini disebut dengan puasa tarwiah dan arafah. Tahun ini saya merasa senang karena jujur baru kali ini saya melaksanakan puasa selama 2 hari, karena pada tahun-tahun sebelumnya saya hanya melakukan puasa 1 hari saja. Hheehe :). 
Saat masih duduk di banku SMP, pada malam hari raya qurban saya melakukan "takbiran" bersama tetangga yang seumuran dengan saya di musholla dekat rumah. Tapi pada tahun ini saya melakukan "takbiran" di rumah bersama bunda dan adik saya, sedangkan ayah di musholla. Malam takbiran tahun ini hanya saya habiskan di rumah saja. :)
Saya selalu bangun lebih awal ketika akan melaksanakan sholat Idul Adha, karena ada beberapa hal yang harus saya siapkan. Seperti baju, mukena+sajadah, sandal, dan karpet untuk digunakan sebagai alas. Tahun ini saya sedikit kecewa karena tidak bisa melaksanakan sholat Idul Adha dikarenakan sedang berhalangan. Tapi saya tetap pergi ke masjid untuk mendengarkan khotbah. :)
Setelah melaksanakan sholat Id Adha saya makan pagi dengan keluarga, karena pada saat hari raya qurban disunnahkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan sholat. Jadi kami memutuskan untuk makan setelah melakukan sholat. Ketika saya masih kecil setelah makan pagi saya dan teman-teman pergi ke musholla untuk melihat penyembelihan hewan qurban. Tapi kebiasaan ini hilang sejak saya duduk di bangku SMP mungkin ini karena saya sudah merasa bukan anak kecil lagi. Hheehe. Alhamdulilah tahun ini ayah qurban lagi, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena telah diberikan rezki untuk berqurban. Di daerah saya orang yang berqurban mendapat bagian yang disebut "sampil". Saya senang karena setidaknya saya bisa ikut makan. hheehe :D
Penyembelihan hewan qurban biasanya selesai pada pukul 09.30. Tahun ini ayah ikut sebagai panitia penyembelihan qurban. Saya senang karena saya ikut membantu dalam membagikan kupon pengambilan daging qurban. :) Biasanya bunda memasak daging qurban sebagai "asam-asam" atau di goreng saja karena beliau tidak mau terlalu ribet. Tapi tahun ini saya ngotot minta dibuatkan sate kambing. Akhirnya bunda menuruti permintaan saya dengan syarat harus ikut membantu. Karena bunda tidak punya alat untuk membakar sate akhirnya bunda menggunakan tempat pemanggang untuk membuat sate untung bisa digunakan seperti membakar sate. Setelah sate jadi saya hanya makan sedikit karena saya merasa pusing kalau makan daging kambing terlalu banyak. Ini dikarenakan karena saya darah tinggi. Inilah aktivitas yang saya lakukan pada saat Idul Adha. Hari raya qurban selalu saya nanti, karena dihari inilah semua orang dapat berbagi.

Minggu, 21 November 2010

" Ceritaku di smadabo "

0 komentar
“Cuit.. cuit.. cuit.. cuit..” alarm dari jam beker kecil di sudut tolet kamarku berbunyi, waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB. Dengan malas akupun bangun dari mimpi indahku tentang perjumpaan dengan beberapa artis korea. Segera ku nyalakan lampu kamar dan berjalan menuju tolet. Kuambil sisir yang ada di dalam kotak dan kurapikan rambutku yang berantakan, lalu kujepit rambutku. Setelah merasa cukup rapi, aku membuka jendela kamar yang tertutup tirai panjang warna krem dengan sedikit paduan warna coklat kemerahan, yang masih tertutup lagi dengan tirai warna putih. Lalu dengan segera aku merapikan tempat tidur, aku terhenti sejenak di depan cermin dan berkata “MOS? Huft..”. Dengan wajah melas aku menyeret kaki menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu, lalu melangkah lagi aku ke kamar untuk melaksanakan sholat.

“Danik.. Danik.. tasnya sudah siap? Sapu, Koran dan airnya sudah disiapkan?” Tanya ibuku yang tampak sibuk menggoreng nasi. “Ya allah hari ini MOS I, ingin rasanya aku menghindari hari yang menyebalkan ini! Dandanan yang aneh, seragam yang culun, semuanya serba aneh.” Gumamku pelan. Aku pun menjawab pertanyaan ibuku yang cukup lama aku diamkan, “Iya bu.. sudah. Hanya tinggal 1000 biji matahari di bawah mata sapi dibungkus daun pisang”. “Apa itu? Makanan ya mbak?”. “Biasalah.. istilah dari kakak kelas bu. Itu nasi sama ceplok kok.” Jawabku dengan mengangkat alis mata.

Jam beker berwarna hijau berbentuk apel di sudut toletku menunjukkan pukul 05.30 WIB. Dengan cepat aku mandi, setelah itu aku menuggu ibu untuk didandani ala MOS. Pita sebanyak 22 helai sudah aku siapkan dengan rapi. Rupanya ibuku mengerti sekali apa yang harus beliau lakukan dengan rambutku ini. Dengan cekatan tak ada 10 menit “rambut MOS” ku sudah rapi, sepertinya aku Nampak seperti anak TK. Lalu aku menikmati sarapanku dengan memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Setelah selesai sarapan aku berpamitan dengan ayah dan ibuku.

Sesampainya di sekolah, oh tidak! Berpuluh-puluh murid baru SMA 2 BOJONEGORO datang dengan wajah yang menyimpan penuh sejuta gerogi. Semuanya sama, tas kardus, sandal jepit, sapu, pita dan permen menjadi kelengkapan yang wajib dibawa selama MOS berlangsung.

Di kelas, tampaklah sosok yang aku kenal. Ya.. dia adalah Virgie, di belakang Virgie ada Mira dan Mimbar. Mereka bertiga adalah orang yang aku kenal saat pramos. Senyuman manis dari bibir mereka telah membuatku merasa sedikit lega dengan penderitaan MOS ini. Mira dan Mimbar dulu temanku SMP tapi kami beda ruang jadi belum akrab, sedangkan Virgie dia sering bertemu denganku di warung ayahku.

Kami begitu cepat akrab 1 sama lain, suasana MOS pagi itupun kami nikmati bersama dengan tawa dan canda. Dandanan yang serba aneh tak menghalangi ruang gerak kami untuk sekedar memperagakan hal yang lucu.

Tiba-tiba saja seorang anak yang aneh datang menghentikan candaan kami dan berkata “WOW.. PIYE KI? WES NGGOWO SING DIKONGKON? KENALAN YO? AKU TANTI”. Astaghfirullah hal adzim suaranya mengalahkan speaker masjid. Aku, Mira dan Mimbar memandang dengan tatapan aneh pada anak itu. Yah.. namanya Tanti, anaknya sedikit pendek, agak gemuk, dan hitam manis. Ia pun duduk bergabung dengan kami yang lebih dulu berada di depan kelas X-2.

“Tet.. Tet..” bel sekolah berbunyi, diikuti dengan suara kakak kelas yang keras “Dek.. baris dek baris! Cepat menuju lapangan!”. Dengan cepat kami berempat lari menuju ke lapangan untuk apel pagi. Kegiatan ini dilakukan untuk membuka MOS SMA NEGERI 2 BOJONEGORO tahun ajaran 2009/2010. Apel berlangsung hampir 45 menit. Setelah apel selesai seluruh peserta MOS kembali menuju kelas masing-masing.

Saat istirahat bukanlah waktu untuk mengisi perut yang kosong melainkan untuk mencari tanda tangan sebanyak mungkin dari kakak-kakak OSIS dan MPK. Saat itulah aku mulai merasa akrab dengan penghuni X-2. Tanpa sengaja aku menabrak orang yang tiba-tiba saja menyerobot di depanku, oh.. ternyata dia Arum, temanku 1 SMP dulu. Kamipun jalan berdua untuk meminta tanda tangan. Pada saat itu juga ada Lely dan Nike, ternyata mereka juga penghuni X-2. Aku dan Arum mengetahui karena mereka memakai pita yang sama dengan kami. Warna hitam dan orange.

Hari MOS telah usai sekarang saatnya pelajaran dimulai, pelajaran yang diberikan tak jauh beda dengan pelajaran di sMP dulu. Aku duduk di bangku depan deret ke 2 dari kanan, virgie yang aku pilih untuk jadi teman sebangkuku. Di kelas aku terlihat sedikit canggung untuk berkenalan, tidak banyak yang aku kenal pada saat itu. Tapi dengan seiring waktu berjalan, aku mulai mengenal dan memahami karakteristik penghuni kelas yang berada tepat di depan gerbang masuk. Saat pelajaran berlangsung aku mulai memahami karakteristik dari bapak ibu guru. Mereka punya cara yang berbeda untuk membimbing putra-putrinya. Kakak kelas yang aku tau pun semakin hari semakin bertambah, mereka seniorku jadi aku sedikit lebih sopan dengan mereka. Teman akrabku saat berada di X-2 adalah Virgie dan Arum. Mereka sangat baik denganku. Kelas yang berjumlah 35 siswa ini memiliki ketua suku yang unik, dia adalah Dody. Kelas yang dapat dilihat dari musholla ini cukup kompak, terutama saat ulangan berlangsung :). Sesuatu yang indah dan terkenang adalah saat dimana kami pesta rombong, ini hal yang asing untuk kami lakukan. Tapi semuanya bisa kami atasi.

Saat ini aku sudah menginjak di kelas yang tingkatannya bisa dibilang senior. Ya.. Kelas XI, aku masuk jurusan IPA. Saat melihat di buku dengan sampul berwarna hijau yang berisikan laporan hasil belajar aku merasa sedih, aku bukan anak kelas X lagi, aku sudah menjadi anak kelas XI yang harus berpisah dengan teman yang ku kenal selama setahun ini. Tapi jurusan yang berbeda tak menghalangi kami untuk saling menyatu satu sama lain. Aku menempati ruangan yang cukup bagus dibanding dengan ruangan yang aku tempati saat duduk di kelas paling junior. XI IA 3 lah yang akan menemani hari-hariku belajar selama setahun ke depan. Disini aku tidak asing lagi dengan para peghuninya, karena banyak siswa-siswi yang berasal dari kelas X-2. Mereka adalah Mira, Mimbar, Lely, Anggrek, Rhesa, Murbaut, Andra, Nikke, Fida, dan sang master (M. Yunus). Aku memilih untuk sebangku dengan sahabatku Ollivia namanya, dia aku kenal sejak aku berada di TK. Dikelas XI ini aku berjanji akan lebih baik lagi dan berusaha membanggakan kedua orang tuaku untuk menjadi sosok yang hebat. Terima Kasih teman-teman kalian sudah menemaniku, memberi semangat saat aku terjatuh, membuat hari-hariku yang selalu penuh dengan tawa. Terima Kasih untuk Bapak Ibu guru yang selalu membimbing aku dan teman-teman. Dan terima kasih yang tak pernah berhenti dari bibirku ini untuk kedua orang tuaku.



NURFIA RISHARDANY 30 XI IA 3

Sabtu, 13 November 2010

" Mari kita sayangi alam "

0 komentar
Alam berbicara kepada manusia, tapi manusia tidak bisa menangkap apa yang dikatakan oleh alam. Berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini khususnya yang terjadi di Indonesia telah membuat Ibu Pertiwi menangis. Bencana Tsunami yang terjadi di Mentawai dan Erupsi di Jogjakarta telah menelan banyak korban jiwa. Banyak dari mereka yang harus kehilangan rumah, ternak, lahan untuk pertanian, bahkan kehilangan keluarga. Belum lagi banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Ini merupakan suatu isyarat untuk kita, alam marah dan alam kecewa atas perbuatan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab di bumi. Alam itu seperti manusia, alam butuh kasih sayang, perawatan dan butuh perhatian. Namun manusia seolah bersikap tak mau tahu tentang keadaan alam.
Banyak sekali sebenarnya usaha yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki alam yang mulai rusak. Saya sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah peduli dengan alam. Mereka melakukan hal-hal yang bisa membuat alam kembali seperti dulu. Sekecil apapun usaha mereka tapi saya yakin ini akan memberikan dampak yang positif bagi alam.
Hal yang bisa kita lakukan adalah mulai membiasakan diri untuk terbiasa hidup menyayangi alam. "Buanglah sampah pada tempatnya, jangan membuang sampah di sungai. Ini akan mengakibatkan banjir." Meski kalimat ini sering terdengar namun seolah mereka yang membuang sampah di sungai tak juga mau merubah kebiasaan jelek itu. Dampak membuang sampah di sungai akan menyebabkan banjir.
Ada alternatif untuk membuang sampah. Jika rumah anda terletak jauh dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Anda bisa membuangnya di belakang rumah dengan membuat lubang di tanah lalu menguburnya. Pisahkan antara sampah organik dan anorganik. Dengan kurun waktu kurang lebih 1,5 bulan sampah yang tadi akan menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman anda.
Hal ke 2 yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon. Ini baik dilakukan di hutan-hutan yang gundul. Kita bisa melakukan hal ini dengan mengajak putra-putri kita (bagi yang sudah mempunyai anak) untuk menanam pohon bersama. Saat mereka tumbuh dewasa pohon ini sudah menjadi pohon yang besar dan bermanfaat untuk mengurangi polusi udara.
Yang sering kita lupakan adalah menyiram tanaman yang ada di rumah kita. Biasakan setiap hari menyiram tanaman agar tanaman yang ada di rumah kita tidak hanya untuk hiasan tapi memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan.
Jangan sesekali berusaha untuk menggunduli hutan. Ini akan jadi dampak yang besar bagi kita. Lakukan tebang pilih jika ingin menebang pohon.
Mari kita sayangi alam seperti kita menyayangi diri sendiri dan keluarga. Alam juga keluarga kita yang butuh kasih sayang, perhatian, dan perawatan. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat.

Sabtu, 06 November 2010

Mutiara Hati

0 komentar
Setiap mahkluk yang mampu bernafas, setiap insan yang mampu merasakan hembusan angin yang ada di bumi memiliki mutiara hati. Mutiara hati yang tak henti-hentinya mengarahkan, melindungi dan mengasihi mahkluk-mahkluk kecil yang ada di bumi ini. Mutiara hati ini adalah sosok ibu yang begitu indah, bercahaya, terang layaknya mutiara yang tersimpan rapat dalam hati kita. Meski mutiara ini ada di dalam hati, tapi cahayanya tidak akan dan tidak pernah redup.

Followers

 

My Blog List

Welcome

Pena Ninoz Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez